6 Jenis Kaligrafi dengan Penjelasannya

Kaligrafi merupakan salah satu karya seni berupa tulisan yang berasal dari Arab. Di Indonesia, kaligrafi sering dipakai sebagai hiasan bernilai religi dengan mengambil ayat-ayat Al Quran sebagai tulisannya, contohnya tulisan Arab Assalamualaikum. Dalam perkembangannya, ada beberapa jenis kaligrafi yang memiliki ciri dan bentuk yang khas.

Keindahan yang dihasilkan dari beragam bentuk dan tulisan kaligrafi ini membuatnya dinilai sebagai salah satu karya seni. Tidak heran kalau di berbagai belahan dunia, kaligrafi tidak hanya berisi tulisan Al Quran dan hadis saja, tapi dikembangkan sesuai keinginan senimannya.

Jenis Jenis Kaligrafi

Pada dasarnya, semua kaligrafi sama karena didalamnya menggunakan huruf Arab dan berisi ayat-ayat Al Quran. Perbedaannya justru bisa dilihat dari bentuk dan seni penulisannya yang unik. Kalau dilihat dari khat yang digunakan, ada beberapa jenis kaligrafi yang berkembang di Indonesia, yaitu:

1. Kaligrafi dengan Khat Tsuluts

Dalam dunia seni, kaligrafi jenis ini dianggap paling indah dengan bentuk yang elegan dan mewah. Biasanya jenis kaligrafi ini paling banyak digunakan pada hiasan masjid dengan arsitektur megah. Meski paling banyak digunakan, namun masih sedikit seniman yang mampu membuat kaligrafi jenis ini.

Pasalnya, kaligrafi ini sangat sulit dipelajari tanpa seorang guru sehingga yang bisa membuatnya hanya mereka yang benar-benar ahli dalam kaligrafi. Khat Tsuluts dalam kaligrafi ini biasa divariasikan dengan ukuran pena yang dipakai, mulai dari pena ukuran 4 mm hingga yang besar berukuran 8 mm.

2. Kaligrafi dengan Khat Riq’ah

Berbanding terbalik dengan jenis sebelumnya, kaligrafi dengan khat Riq’ah ini justru tergolong paling mudah, sederhana, dan cepat penulisannya. Hanya saja, kaligrafi ini sulit dibaca bagi mereka yang tidak mengerti huruf-huruf Arab.

Dikutip dari situs matakaca, ciri khas kaligrafi ini terlihat pada bentuk hurufnya yang pendek serta tidak adanya harakat dalam aplikasinya. 

3. Kaligrafi dengan Khat Diwani

Baik orang awam ataupun seniman biasanya akan langsung tertarik ketika melihat keindahan dari kaligrafi diwani. Ini tidak lepas dari sejarahnya yang terus mengalami penyempurnaan hingga ditemukan bentuk yang paling sempurna.

Ciri khas dari kaligrafi yang indah ini terdapat dari banyaknya hiasan yang memperindah tulisan. Selain itu, bentuk tulisan ini juga cenderung memiliki bentuk dan arah yang tidak beraturan.

4. Kaligrafi dengan Khat Farisi

Sesuai namanya, kaligrafi Farisi berasal dari Farsi atau Persia. Walaupun kelihatannya sederhana, namun kaligrafi ini sulit diaplikasikan sehingga sering dituangkan dalam bentuk kerajinan. Apabila bentuknya sempurna, barulah kaligrafi ini bisa ditorehkan menjadi karya ukiran.

Bentuk unik yang menjadi ciri kaligrafi ini adalah tulisannya yang cenderung miring ke bawah dari arah kanan ke arah kiri.

5. Kaligrafi dengan Khat Kufi

Tampilan kaligrafi kufi nyaris tidak menunjukkan adanya huruf Arab di dalamnya. Selain tidak berharakat, kaligrafi ini juga tidak banyak menggunakan tanda titik. Bentuknya juga  sangat tegas dan bersambung sehingga bisa menyerupai kotak ataupun bangunan lainnya.

6. Kaligrafi dengan Khat Naskhi

Khat Naskhi adalah salah satu kaligrafi yang paling mudah dibaca dengan karakternya yang lebih luwes serta natural. Bagi pemula, kaligrafi jenis ini sangat cocok dipakai belajar meski secara otodidak atau tanpa adanya bimbingan guru.

Khat ini mudah dikenali karena memiliki harakat dan huruf ditulis tegak. Contoh khat naskhi ini banyak ditemukan pada mushaf Al Quran karena kelebihannya yang mudah dibaca oleh semua kalangan termasuk orang awam.

Dengan adanya beragam jenis kaligrafi ini, tentu sangat menambah khasanah kesenian yang berkembang di Indonesia. Bagi penggemar seni kaligrafi, wajib mempelajari semua jenisnya agar bisa menjadi seorang kaligrafer profesional yang bisa menghasilkan karya seni bernilai tinggi.

Leave a Comment